Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Monday, November 13, 2017

Dokter Ramah Itu Tewas Dibunuh Suaminya

JAKARTA- Keluarga dokter Lety(46)sontak kaget, geram dan marah meledak-ledak ketika mendengar kabar anggota keluarganya yang bernama dokter Lety Sultri Tewas dibunuh oleh tangan suaminya sendiri yaitu dokter Ryan Helmy(41)
Dalam reka adegan yang digelar kemarin(14/11/2011) kemarin salah seorang adik dokter Lety tampak marah bahkan ada yang sempat melayangkan pukulannya, namun pada waktu itu pihak aparat kepolisian dengan sigap mengamankan dokter Helmy dari amukan pihak keluarga dokter Lety.
Dalam reka adegan tersebut terungkap dengan begitu kejinya dokter Helmy menghabisi istrinya. Satu persatu peluru tersebut dilesakan pada tubuh korban hingga korban pun ambruk bersimbah darah.
Dalam 23 reka adegan itu terkuak juga bagaimana dokter Helmy bergegas meninggalkan tempat kejadian menggunakan ojek online. Sementara itu selepas membunuh istrinya di hadapan Polisi dokter Helmy mengakui perbuatannya . Tragedi berdarah yang melibatkan suami istri tersebut kronologis kejadiaanya bermula dipicu persoalan rumah tangga, dan Nabila (22) salah seorang saksi menyebutkan bahwa
ketika keduanya bertemu,  mereka langsung cekcok mulut. Sesaat kemudian, korban kembali masuk ke dalam ruangan klinik sambil berteriak-teriak minta tolong. Saat itulah, Nabila melihat korban dikejar pelaku yang menenteng senjata api.
Lalu terdengar suara enam kali letusan dari bagian dalam klinik. Setelah menembaki isterinya, pelaku langsung kabur disaksikan Abdul Kadir.  
"Melihat pelaku (dr Helmy) mengejar korban sambil menenteng pistol, makanya saksi (Nabila) lari menghindar karena ketakutan," terang Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/11).
Melihat pelaku sudah kabur meninggalkan klinik, selanjutnya saksi Nabila dan Abdul masuk ke dalam klinik dan mendapati korban yang tinggal di Jalan Kemuning No.3 RT 005 / RW 06 Kelurahan Utan Kayu Utama Kecamatan Matraman Jakarta Timur sudah terkapar tewas berlumuran darah.

Polisi yang tiba 30 menit setelah kejadian langsung memintakan keterangan saksi mata, termasuk mensterilkan klinik dengan memasangkan garis polisi. Jasad korban sendiri baru dievakuasi empat jam setelah kejadian usai digelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad korban dievakuasi ke kamar mayat RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (yn/am)