Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Monday, December 18, 2017

Golkar Cabut Dukungan Ridwan Kamil Tetap Tenang

JAKARTA -- Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) mengklaim DPP Partai Golkar secara resmi mencabut dukungan untuk calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) pada pilkada 2018 mendatang. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pleno persiapan munaslub yang digelar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Ahad (17/12).        
                                                             Baca Juga
Baca Berita Lainnya Mengapa Golkar  Cabut Dukungan Terhadap Emil    http://j.gs/A6EF
Baca Berita  Lainnya  Golkar  Dikabarkan Merapat Ke  PDI P     http://j.gs/A6EI                


Ketua Bapilu DPD I Golkar Jabar, Iswara, menyatakan, dia sudah menerima surat pencabutan pengesahan calon kepala daerah Jawa Barat pada Ahad sore setelah DPP Partai Golkar melaksanakan rapat pleno persiapan munaslub.

“Surat tersebut kami terima dari Ibu Ratu Dian, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Mengenai alasan pencabutan rekomendasi tentunya DPP Partai Golkar, khususnya tim Pilkada Pusat, yang tahu,” kata Iswara kepada //Republika// melalui pesan singkat.

Dalam surat pencabutan dukungan yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Golkar Idurs Marham tersebut, dijelaskan alasan pencabutan, antara lain, karena sampai saat ini Emil belum menentukan calon wakil gubernur pilihannya.

Padahal, sesuai surat rekomendasi yang dikirimkan DPP Partai Golkar sebelumnya, Emil diberi waktu menentukan cawagub pilihannya paling lambat pada 25 November 2017. Adapun cawagub yang diusulkan Golkar adalah angota DPR dari Fraksi Golkar, Daniel Mutaqien Syaifuddin. Daniel adalah anak dari pasangan sesepuh dan tokoh Golkar Indramayu, Irianto MS Syafiuddin dan Anna Sophanah.

                  Baca  Berita  Ini  Alasan Golkar  Cabut  Dukungan Terhadap  Ridwan Kamil  http://j.gs/A6EW       

 Iswara melanjutkan, pencabutan dukungan terhadap Emil tidak serta-merta disertai penunjukan dukungan terhadap figur cagub lainnya, termasuk kepada Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang juga bupati Purwakarta.

“Tentu hal itu domain DPP. Tapi kalau melihat fakta yang ada, sangat mungkin akan mengusung DM, melihat faktanya DM adalah kader yang loyal, konsisten, dan fatsun pada keputusan partai, serta popularitas dan elektabilitas DM juga terus naik,” ujar dia.

Di Bandung, Emil bersikap cuek terhadap usulan DPD Golkar Jabar yang meminta DPP mengubah rekomendasi dukungan terhadap calon gubernur Jabar di pilgub Jabar 2018. Emil tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dia pun mempersilakan DPD Golkar Jabar menggambil langkah atau keputusan apa pun terkait pilgub Jabar.

Menurut Emil, Golkar Jabar selalu menunjukkan sikap sama dan kondisi seperti saat ini bukan kejadian hal pertama yang menolak dirinya maju sebagai cagub. “Ya itu mah dari dulu juga selalu begitu. Jadi, silakan saja,” ujar Emil.

Emil pun enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai usulan yang dilakukan DPD Golkar Jabar dalam rapat pleno yang berlangsung pada Jumat (15/12).

DPD I Golkar Jabar menolak keputusan DPP Partai Golkar yang mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub. Mereka juga menolak Daniel Muttaqien yang didorong DPP agar menjadi cawagub pendamping Ridwan Kamil. Hasil pleno itu disampaikan ke DPP disertai permintaan DPD Golkar Jabar agar partai berlambang pohon beringin itu tetap mengusung Dedi Mulyadi sebagai cagub.

Alasannya tak lain karena sikap Emil dan Daniel yang selama ini cuek setelah mendapatkan SK dukungan dari Golkar.

Menurut Sekretaris DPD Golkar Jabar Ade Barkah, keduanya tidak pernah berkomunikasi dengan pengurus Golkar Jabar. Mereka juga tidak pernah datang ke kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat. “Sikap keduanya bagai minyak dan air dengan kader Golkar. Hal itu membuat DPD gerah sehingga akan mendesak DPP untuk mencabut SK,” ujar Ade.

Sementara menyikapi  hal  tersebut   Ridwan Kamil Tetap  terlihat  tenang, dan santai dan dia mengatakan bahwa ia pun tidak dalam posisi bisa mengubah-ubah surat dukungan. Karena, itu tergantung dinamika di partai masing-masing. Saat ini, ia fokus pada partai yang sudah pasti mendukung. Yakni, Nasdem, PKB dan PPP yang kalau dijumlah totalnya juga sudah 21 kursi."Artinya kalaupun Golkar Cabut dukungan, majunya saya ke Pilgub masih memadai karena partai yang ada jumlahnya sudah lebih dari 20," katanya. (an/pajmer)