BANDUNG - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa barat H. Daddy Rohanady mengatakan,
panjang jalan provinsi Jabar ada sepanjang 2365 KM, namun bila dilihat
dari umur rencana, rata-rata sudah tua, bahkan dari total panjang jalan
provinsi (2365KM) sepanjang 85% sudah berusia tua. Untuk itu, harus ada
kesepahaman antara Pemprov dengan DPRD Jabar untuk menetapkan tahun
infrastruktur agar jalan dalam kondisi benar-benar mantap mencapai
kisaran angka 100%.
Daddy membenarkan bahwa sektor infrastruktur dijadikan skala
prioritas setalah Pendidikan dan Kesehatan, namun dari sisi anggaran
masih jauh dari harapan. Bayangkan saja dari Sembilan (9) OPD mitra
kerja Komisi IV, pada tahun anggaran 2018 mendatang hanya mendapatkan
anggaran sebesar Rp.2,7 triliun. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk
memberesi jalan yang sudah tua agar menjadi jalan dalam kondisi mantap
surantap semua Dinas BMPR membutuhkan paling tidak sebesar Rp.2,3 sampai
2,5 triliun.
Hal ini dikatakan Daddy saat ditemui riuang kerja Komisi IV terkait
usulan anggaran OPD mitra Komisi IV dalam RAPBD Jabar 2018, Selasa
(26/09).
Dikatakan, sampai saat ini, belum ada kesepahaman antara Pemprov
Jabar dengan DPRD Jabar, untuk menetapkan tahun infrastruktur, padahal
dalam RPJMD 2013-2018 Gubernur sektor infrastruktur menjadi skala
prioritas ke tiga setelah Pendidikan dan Kesehatan. Untuk itu, kita
berharap Gubernur terpilih 2018 mendatang, sektor infrastruktur
mendapatkan peningkatan anggaran yang segnifikan, harapnya.
Daddy juga mengatakan, dalam pembahasan RAPBD 2018 yang saat ini
masih di godok ditingkat Komisi, bila dilihat dari Nota Pengantar
Gubernur tentang RAPBD Jabar 2018, bahwa untuk Pendapatan (PAD) ada
sebesar Rp, 22 triliun lebih. Sedangkan belanjanya mencapai 24 triliun
lebih jadi masih deficit sekitar Rp.2 triliun.
Adapun khusus untuk OPD mitra Komisi IV yang berjumlah Sembilan (9)
OPD diperkirakan hanya kebagian sebesar Rp. 2,7 triliun. Atau mengalami
peningkatan sebesar mencapai sekitar Rp.200 miliar, jelasnya.
Namun setelah dikaji lagi dari 9 mitra Komisi IV, ada yang mengalami
peningkatan tapi ada juga yang turun anggarannya. OPD yang meningkat itu
yaitu Dinas BMPR dan Dinas LH, namun sebenarnya bukan ada peningkatan
tapi hanya pergeseran aja, dimana, dulu bidang tata ruang ada di Dinas
Perkim pindah ke Dinas BMPR dan bidang BPSR dari Dinas Perkim ke Dinas
LH, sehingga volume untuk Dinas BMPR dan Dinas LH mengalami peningkatan
volume anggaran dalam RAPBD 2018 mendatang.
Dari angka sekitar Rp.2,7 triliun tersebut, Dinas BMPR akan
mendaptkan anggaran cukup besar yaitu untuk pembangunan Masjid Terapung
di Gedebage kota Bandung ( Masjid Raya Provinsi Jawa Barat) nilainya
sebesar Rp.500 miliaran, ditambah lagi 5 Masjid Agung Jabar nilainya
totalnya sekitar Rp.40 miliar yang tersebar di Cianjur, Tasikmalaya,
Cirebon, Bekasi dan Purwakarta. Ditambah lagi, untuk penataan jalan
akses dari jalan Tol ke Non Tol di kawasan BIJB ada sebesar Rp.165
miliar, ungkapnya.
Labih lanjut Daddy mengatakan, untuk menjaga agar jalan provinsi
tetap dalam kondisi mantap, terpaksa hanya bisa dilakukan pemeliharaan
yang anggarannya diusulkan sebesar Rp.131 miliar. Sementara panjang
jalan provinsi ada 2.365 KM, sehingga anggaran sebesar Rp.131 Miliar
tersebut diperuntukan untuk pemeliharaan sepanjang 120 KM yang tersebar
di enam (6) Balai pemelihaan jalan (BPJ). Termasuk juga jalan kabupaten
yang baru masuk jadi jalan provinsi. Dimana, rata-rata kondisinya lebih
buruk dari jalan provinsi lainnya untuk itu perlu ditingkatkan kwalitas
jalannya.
Dalam rapat dengan Dinas BMPR kemarin, saya sampaikan bahwa kalau
dilihat dari umur rencana jalan rata-rata sudah tua. Untuk itu, kalau
kita mau ekstrem harusnya jalan lama tersebut kita bongkar/ keruk semua
aspal lamanya baru dilapis ulang seperti DKI Jakarta. Tapi kan tidak
mungkin karena membutuhkan anggaran cukup besar.
Sekali lagi kita berharap, Gubernur terpilih nanti, harusnya ada
Goodwill antara Pemprov Jabar dengan DPRD Jabar, untuk menetapkan tahun
infrastruktur. Hal ini tentunya menjadi PR besar bagi Gubernur terpilih
mendatang. Dimana selama memimpin 5 tahun, panjang jalan provinsi (2365
KM) ditingkatkan setiap tahun, ya sekitar 500KM pertahun. Sehingga akhir
jabatan 2018-2023 kondisi jalan provinsi mantap surantap semua mencapai
100%., tandasnya. (am)).
Wednesday, September 27, 2017
Daddy Wakil Ketua DPRD Jabar : Sepakati Tahun Infrastruktur... !
By Pakuan Merdeka at September 27, 2017
