Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Friday, October 20, 2017

Demo Mahasiswa Akhirnya Bentrok

JAKARTA  –Demo jum at (21/10/2017) tadi  malam  ahirnya bentrok antara mahasiswa dengan petugas kepolisian mengakibatkan belasan luka-luka baik mahasiswa maupun aparat kepolisian.
Dalam kejadian itu petugas juga mengamankan sembilan mahasiswa ke Mapolda Metro Jaya. Sedang mahasiswa yang korban luka lecet diobati di klinik Mapolda Metro Jaya‎.

Sekitar pukul 23:00, sudah terjadinya kegaduhan diantara pendemo dan aparat kepolisian. Namun sempat berhenti karena petugas tidak mau mengambil resiko. Namun sekitar dua jam kemudian petugas lalu membuka kawat agar kendaraan yang lalulalang masuk ke jalur tempat pendemo.
Begitu kendaraan melintas terjadilah kericuhan antar pendemo dengan aparat kepolisian. Mahasiswa itu melempari petugas dengan botol dan petugas dengan menggunakan tameng terus memukul mundur dengan mendorong para pemdemo.
Seharusnya batas pendemo hingga pukul 18:00, namun entah kenapa hingga dinihari baru bisa membubarkan para pendemo. Ini mungkin petugas tidak mau mengambil resiko hingga akhirnya membubarkan demo dengan cara kendaraan dipersilakan masuk ke jalur pendemo.
Pendemoditarik kemudian dimasukkan ke bus polisi, dan sejumlah petugas lain juga menyelamatkan mahasiswa yang kena sasaran lemparan batu.(yn)