Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Tuesday, October 10, 2017

DPR Sambut Baik Rencana Kunjungan Presiden Korsel

JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Kordinator bidang Politik Hukum dan HAM, Fadli Zon menyambut baik rencana kunjungan Presiden Korea Selatan. Hal tersebut diungkapkannya usai menerima Duta Besar Korsel, Cho Tae Young di ruang kerja wakil ketua DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10).
“Kedatangan Dubes Korea Selatan ke DPR RI hari ini merupakan kunjungan biasa. Salah satunya membicarakan tentang rencana kunjungan Presiden Korea Selatan ke Indonesia. Dan saya katakan bahwa kami di DPR RI menyambut baik rencana tersebut. Meski belum dipastikan tanggal atau harinya. Karena pastinya hal itu membawa dampak yang sangat positif bagi hubungan kedua negara Indonesia dan Korsel ke depannya,”ujar Fadli.
Pada kesempatan itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Gerinda ini, pihaknya juga membicarakan tentang hubungan bilateral ke dua negara yang dari tahun ke tahun semakin baik. Hal itu salah satunya ditandai dengan kerja sama di bidang ekonomi dan pertahanan lewat pembelian berbagai jenis alutsista (alat utama system pertahanan).
Terkait dengan adanya kekhawatiran kehalalan plus hygenitas sebagian pihak akan masuknya makanan dari Korea, Fadli mengatakan bahwa hal tersebut seutuhnya wewenang dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang melakukan penilaian dan penyelidikan lebih lanjut. Ia berharap BPOM itu dapat menjalankan fungsi yang diamanahkan tersebut dengan maksimal.
Fadli juga mengungkapkan keprihatiannya terhadap kegiatan yang dilakukan Korea Utara beberapa waktu lalu yang bisa memicu konflik di wilayah Semenanjung Korea. Hal tersebut tentu sangat membahayakan dan dapat memicu perang yang juga melibatkan beberapa negara di dalamnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat segera dihentikan, dan konflik tersebut dapat segera berakhir. (yan)