Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Sunday, January 28, 2018

DPRD Jabar Dorong Pemprov Jabar Gelar Vaksinasi Difteri Secara Massal

BANDUNG -  DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggelar vaksin Difteri secara massal bagi masyarakat Jawa Barat. Hal itu berkaitan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Difteri beberapa minggu terakhir. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H Syahrir, SE mengatakan, pihaknya mendorong Pemprov Jabar untuk menanggapi serius wabah Difteri dengan memberikan pelayanan vaksin massal terhadap masyarakat Jawa Barat. “Pemprov Jabar harus serius menanggapi wabah ini, jangan dianggap remeh. Karena itu vaksin harus secepatnya,” ujar Syahrir di ruang Komisi I Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro no. 27, Kota Bandung, Selasa (16/1/2018).


Untuk menstimulasinya, lanjut dia, Komisi I kembali menggelar vaksinasi Difteri di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat. Menyusul vaksinasi yang telah dilakukan pada, Selasa (9/1/2018) lalu masih banyak karyawan dan anggota yang belum sempat di vaksin. Pelaksanaan vaksinisasi difteri tidak menggunakan APBD untuk membeli vaksin difteri.

"Bukan dari APBD, soalnya kalau dari Pemprov sudah kemarin kan. Ini dari pribadi saja," tukas politisi dari Gerindra tersebut. Menurut Syahrir, alasan mengapa anggota DPRD Jabar membeli vaksin difteri secara pribadi karena saat vaksinisasi sebelumnya yang dilakukan oleh Pemprov, jumlahnya sangat terbatas dan belum merata. Sedangkan anggota dewan yang belum divaksin difteri menjadi khawatir karena penyakit difteri sangat cepat menular dan menjadi wabah dalam beberapa waktu terakhir. "Kan waktu di Pemprov hanya sekitar 100 (vaksin) ya. Sekarang kami beli sekitar 150 (vaksin)," katar. Dalam acara tersebut turut dihadiri dan disaksikan Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos, MM, Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Ali Hasan, S.Ip(hms)