Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Monday, January 8, 2018

Pilgub Jabar Semakin Liar, Tiga Koalisi Besar Lawan Kandidat Berelektabitas Tinggi



BANDUNG-Secara mengejutkan PDI P umumkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat bukan Ridwan Kamil yang sebelumnya menyambangi kantor DPP di Jakarta. Masyarakat Jawa Barat sebelumnya sudah menduga-duga bahwa pilihan PDI P  akan jatuh pada Ridwan Kamil.


Dipilihnya pasangan TB. Hasanudin dan Anton Charliyan sebagai Cagub dan Cawakub dari partai PDI P, sepertinya konstalasi Pilgub Jabar akan semakin liar. Ridwan Kamil dikukuhkan berpasangan dengan Uu Ruzanululum diusung partai Koalisi Nasdem, PPP, PKB dan HANURA dikabarkan memiliki basis suara Priangan timur dan Bandung Raya.

Sedangkan TB Hasanudin Anton Charliyan mengclaimb punya basis suara Pantura, adapun Demiz dan Demul punya suara basis pemenangan di wilayah yang sama. Sementara Sudrajat Syaiku dikabarkan memiliki basis suara bekasi,  Depok, Karawang dan sekitarnya.

Pertarungan pada Pilgub Jabar sudah mulai mencair Empat kandidat pasangan calon mulai ancang-ancang pasang kuda kuda dan keempat pasangan tersebut memang memiliki kans yang sama.

Adu kuat mesin partai sepertinya tidak akan terelakan lagi. Soal mesin partai tentunya  Gerbong PDI P,  Gerindra PKS dan Demokrat Golkar barangkali itu sudah tidak akan diragukan lagi,  ketiga koalisi itu  bisa disebut sudah memiliki kapasitas yang cukup mumpuni.

Namun sekalipun demikian ketiga koalisi itu tetap harus mengakui koalisi partai Nasdem, PPP, PKB,  dan Hanura memilki  kandidat yang berelektabitas tinggi yang tentunya bisa saja akan menjadi Bom waktu bagi tiga Koalisi Partai Besar tersebut. (an/pajmer)