SEJAK diumumkannya sebagai calon Gubernur yang diusung Gerindra, PAN dan PKS publik mulai banyak yang bertanya tanya Siapa Mayjen sudrajat. Dan apa kiprahnya untuk Republik ini. Bagi kalangan pada masa pemerintahan Gusdur Mayjen Sudrajat bukanlah orang asing yang tidak tahu apa apa soal menajemen kenegaraan atau pemerintahan dari Kapuspen hingga Dubes di Cina pernah dijabatnya. Namun untuk kalangan pemilih Millenea Sudrajat seolah olah sosok asing kalangan Millenia pun mulai bertanya tanya Siapa Sudrajat dan bagaimana sepak terjang di republik ini.
Gerindra - PKS adalah Koalisi Solid, jangan ditanya soal menang atau kalah, namun fakta yang ada kedua partai ini tidak menutup kemungkinan bisa membalikan keadaan Contoh kongkrit yang masih ada dalam ingatan kita bagaimana Gerindra dan PKS menjungkir balikan keadaan, Anis-Sandi yang tadinya tidak begitu diunggulkan, dalam sekejap merubah peta Pertarungan
Anis-Sandi berhasil merebut kantung-kantung suara yang ada di basis lawan.Dan Ahok - Jarot pun harus mengakui kekalahannya. Pada Waktu itu Ahok - Jarot memang kalah, dan partai partai pengusungnya pun terbilang cukup dewasa, semua partai pengusung Ahok Jarot cukup legowo Mereka mengakui Kemenangan Anis - Sandi.
Pertarungan Anis - Sandi sepertinya akan kembali terjadi pada Pilgub Jabar. Peta pertarungan sudah mulai hampir cair. Gerindra-PKS usung Sudrajat- Saykhu. Golkar -Demokrat usung Demiz-Demul, dan yang terakhir PPP, PKB, HANURA dan NASDEM usung Ridwan Kamil.
Jadi selesai sudah ada tiga gerbong besar dan nantinya gerbong manakah yang akan menentukan Jawa Barat mendatangi.
Tinggal PDI Perjuangan si pemilik kursi terbanyak yang masih belum menentukan pilihan. Siapa yang akan diusungnya, dan dari PDI Perjuangan ada beberapa nama yang muncul, Ridwan Kamil, Anton Charliyan adalah dua nama yang paling santer disebut sebut. Dan apabila kedua nama itu menjadi kandidat PDI Perjuangan berarti sudah ada tiga gerbong besar yang akan berebut kursi gedung sate.
Suhu pertarungan Pilkada Jabar pun semakin panas, PDI P tentunya tidak akan mau alami kegagalan yang kedua kalinya. Begitu juga koalisi Golkar Demokrat memiliki kans yang kuat mengingat Demiz dan Demul memiliki elektabilitas yang tinggi. Jadi siapakah yang akan memimpin Jabar tentunya masih tanda tanya besar. Dan kekuatan mesin Partai tentunya yang akan menentukan, bagaimana mesin partai tersebut bisa meyakinkan ke para pemilih
kalau para jagoannya itu layak dipilih.(an/pajmer)
