Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Sunday, May 27, 2018

BIJB Sudah Beroperasi Tapi Masih Punya Utang Runway

BANDUNG - Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, terkait belum rampungnya target pengerjaan pembangunan runway Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka sepanjang 3.000 meter pihaknya akan terus mendorong percepatan proses tersebut. “Target tiga ribu meter runway selesai akhir tahun ini, selain itu tahap kerjasama dengan maskapai sedang dilakukan,” ucap Ineu kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).


Menurut Ineu, dengan runway berukuran 2.500 x 60 meter yang dimiliki oleh BIJB saat ini belum memungkinkan untuk didarati oleh pesawat sejenis Boeing 777, sehingga ia berharap proses pembangunan runway sepanjang 3.000 meter dapat segera selesai.

 “Ketika target runway tersebut telah terpenuhi maka besar harapan kami untuk secepatnya maskapai asing akan bergabung” kata Ineu. Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mengatakan pihaknya mengapresiasi beroperasinya Bandara Intrnasional Jawa Barat, di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Daddy pun menilai posisi Bandar udara kebanggaan masyarakatJawa Barat saat ini sudah strategis. Ia pun menantikan perwujudan bandara setelah selesai dibangun.

“Apalagi jika sudah seperti grand desainnya yang luasnyamencapai seribu delapan ratus hektare." ucap Daddy. Daddy menambahkan, ada beberapa porses yang selanjutnya harus segera dilakukan oleh Pemerintah ProvinsiJawa Barat, dan pihak PT. BIJB. Salah satunya terkait target pembangunan runway yang direncanakan 3.000 meter namun hingga kini proses pengerjaan baru mencapai 2.500 meter. "Masih banyak yang harus diselesaikan. Misalnya, runway baru dua ribu lima ratus meter dari rencana tiga ribumeter, belum lagi akses tol” ungkap Daddy. Selain itu menurut Daddy, dengan banyaknya jumlah jamaah haji yang dimiliki oleh ProvinsiJawa Barat setiap tahunnya Daddy menekankan pembangunan embarkasi harus segera dilakukan. “Embarkasi haji belum ada. Padahal, jamaah haji asal Jabar paling besarjumlahnya .Apalagi jika kita menghitung potensi jamaah umrah yang tiada henti sepanjang tahun."pungkas Daddy. (hms)