BANDUNG - Sebagai salah satu langkah untuk
menghimpun data serta merumuskan indikator
mengenai evaluasi kinerja dari seluruh DPRD
di seluruh Indonesia, baik di tingkat provinsi
dan kabupaten/kota sehingga dapat
menentukan barometer percontohan DPRD di
Indonesia Kementerian Dalam Negeri melalui
Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD
melakukan wawancara secara khusus dengan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.
“Kita mencoba mengawali untuk
menghimpun data untuk membuat indikatorindikator
bagaimana nanti kita bisa menilai dan
mengevaluasi DPRD dari seluruh Indonesia
baik itu tingkat provinsi atau kabupaten kota
sehingga nanti kita bisa menentukan mana
DPRD-DPRD percontohan yang bisa menjadi barometer bagi DPRD lainnya yang ada di Indonesia” kata Kasubdit Wilayah III
Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Kementerian Dalam Negeri Ramoth Sitompul, kemarin di Gedung DPRD
Provinsi Jawa Barat.
Menurut Ramoth, adapun alasan dipilihanya DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD Kota Cimahi sebagai sampel
dikarenakan keduanya termasuk lembaga perwakilan rakyat yang cukup matang dan mapan.
“Selain itu juga kita ada DPRD yang kita ambil di luar pulau Jawa seperti ada dari pulau Sumatera dan di pulau
Kalimantan” ujarnya.
Selain itu Ia menambahkan, setelah didapatkan beberapa hasil dari proses wawancara tersebut pihaknya akan
melakukan kajian dalam mematangkan indikator-indikator yang akan dipergunakan untuk menghasilkan DPRD percontohan.
“Kita coba analisis untuk bahan kajian lebih lanjut sehingga untuk lebih mematangkan nanti terkait indikator dan
parameter yang kita perlukan dalam proses pencarian DPRD tersebut” katanya.
“Hasil ini akan kita olah datanya kita evaluasi, ada kajian-kajian atau jawaban teman-teman dari DPRD maupun
eksekutif, perlu kita benahi sehingga nanti indikatornya lebih matang lagi” jelasnya.
Sehingga pada akhirnya akan tercipta indikator-indikator yang sudah matang dan siap diberikan kepada seluruh
DPRD di Indonesia.
“Nanti kita lihat mana point yang paling tinggi yang menjadi percontohan dan menjadi barometer bagi DPRD yang
lain” paparnya.
Sementara itu Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) R Yunanadar Eka Perwira
mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia guna memperoleh
barometer kualitas lembaga DPRD.
“Saya melihat ini satu hal yang sangat positif karena memang sebaiknya DPRD pun seperti eksekutif itu ada satu
ukuran yang standar bagaimana sesungguhnya DPRD yang baik atau anggota DPRD yang baik jadi memurut saya tidak
melihat kinerja DPRD nya sebagai kelembagaan itu juga harus ada kinerja perseorangan karna bagaimanapun juga anggota
DPRD dipilih perseorangan bukan dipilih satu group yang besar karna masyarakat akan melihat secara pribadi-pribadi” ucap
Yunandar usai mengikuti sesi wawancara dengan Direktorat Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD.
Menurut Yunandar, dengan adanya barometer dapat menjadi rujukan utama bagi penilaian kualitas DPRD yang tak
hanya dinilai dari unsur kelembagaanya saja namun dapat digunakan sebagai standar penilaian setiap individu.
“Selama ini tidak ada masyarakat banyak menilai atas apa yang disampaikan anggota DPRD ke publik padahal masih
banyak hal lain yang terkait dengan pekerjaan DPRD yang tidak tersampaikan kemasyarakat. Proses-proses yang terjadi di
internal DPRD itu saat ini masih sangat kurang dipahami oleh masyarakat bahkan sangat kurang diketahui oleh masyarakat”
paparnya.
Tentang dipilihnya DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPRD kota Cimahi sebagai salah satu sampel oleh Kementerian
Dalam Negeri Yunandar menyambut positif hal tersebut. Ia menilai, ada satu pertimbangan dari Kementerian Dalam Negeri
mengapa DPRD Provinsi Jawa Barat dan Kota Cimahi dijadikan sampel.
“Walaupun sesungguhnya menurut saya tidak bisa DPRD Jawa Barat dan Cimahi mewakili seluruh DPRD yang ada di
wilayah Indonesia, karna saya yakin setiap kabupaten/kota, provinsi mempunyai ke-khasan, kelebihan, dan kekurangan
sendiri” ungkapnya.
Yunandar berharap, proses tersebut dapat menjadi satu dokumen yang secara legal bisa diterapkan di seluruh
Indonesia. Sehingga kedepan kinerja DPRD, cara kerja DPRD, dan juga personal dari DPRD itu menjadi lebih baik.
“Karena kita ada satu ukuran kinerja maka saya yakin secara personal, nanti orang akan menilai dan melihat bahwa
penilaian ini bagi anggota DPRD sangat penting, pada akhirnya yang terbaiklah nanti yang bisa menjadi wakil rakyat”
pungkasnya. (hms)
Wednesday, July 11, 2018
DPRD Jabar Dijadikan Sample Barometer Kualitas Lembaga Legislatif Se-Indonesia
By Pakuan Merdeka at July 11, 2018
