CIREBON - Buntut dibunuhnya Dufi Abdullah Fithri Setiawan (43) sejumlah kalangan mulai bertanya tanya apa motif dari pembunuhan tersebut. Tidak terkecuali Keluarga besar Aliansi Wartawan Nasional.
Indonesia(AWNI)
Ketua Umum AWNI Rosyid Wijaya turut angkat bicara berkaitan terbunuhnya Dufi. Rosyid menyebutkan Dewan Pers jangan tutup mata mengenai kasus ini. Bahkan Rosyid mengecam keras perbuatan tersebut dan Rosyid pun mendesak agar pihak yang berwajib bergerak cepat dalam mengungkap dan menangkap pelaku keji teraebut.
Rosyid menilai dalam kasus terbunuhnya Dufi ada sedikit kejanggalan bahkan Rosyid meyakini terbunuhnya Dufi itu berkaitan dengan pemberitaan.
Sementara itu Ketu DPD AWNI Jawa Barat Piere Yanto Pembunuhan kepada seorang wartawan kerap terjadi dan piere Yanto menilai ini adalah bentuk pembodohan dan kemunduran piranti cara berpikir si Pelaku sebab lanjut Piere Yanto membunuh Wartawan itu artinya membunuh Informasi, membunuh kemerdekaan, dan membunuh Keterbukaan Informasi Publik.
" Jadi menyikapi Kasus ini saya mendesak hukum seberat beratnya pelaku pembunuhan kalau motifnya berasal dari sebuah tulisan yang dibuat korban," tegasnya.
Sementara itu pembina AWNI DPD Jawa Barat menegaskan bahwa kepada siapa dan kepada Profesi apapun yang namanya pembunuhan itu adalah perbuatan keji, apalagi kepada Wartawan dengan motif sebuah pemberitaan tentunya aparat kepolisian harus lebih hati hati dalam melakukan penyelidikan pembunuhan dalam motif pemberitaan tentunya ada hulu dan hilirnya sehingga pelakunya pun dalam tanda petik bisa lebih dari seorang dan tentunya ada perencanaan. Dan menyikapi kasus ini Amas berharap Pers tetap bersikap sebagai ruang kontrol dan percayakan sepenuhnya pada penyelidikan Polisi, dan berikan Polisi keleluasaan dalam menyidik dan amas pun bersitegas menyikapi pembunuhan terhadap Dufi biarkan tahan jangan ada alibi atau opini yang mengalir sebelum ada kejelasan dari penyelidikan Polisi, namun Amas tetap berharap seluruh masyarakat media terus mengawal mengingat yang terbunuh adalah wartawan atau mantan wartawan.(aul)
Monday, November 19, 2018
Terkait Pembunuhan Dufi Keluarga Besar Aliansi Wartawan Nasional Indonesia Angkat Bicara
By Pakuan Merdeka at November 19, 2018


