BANDUNG - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Pepep Saeful Hidayat mengaku kebanjiran keluhan dan aspirasi. Hal itu disampaikan kepadanya saat menggelar reses III masa sidang 2018.
Pepep mengatakan, masyarakat Jabar menginginkan peningkatan sektor infrastruktur. Pasalnya, jika hal itu digarap secara serius maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga banyak yang menanyakan persoalan akses fasilitasi permodalan KUKM, pendidikan, dan kesehatan.
"Karena sampai hari ini masih banyak masyarakat belum memahami, sehingga mereka berpikir kalau melakukan peminjaman modal dan risiko usahanya merugi. Untuk itu, sebelum mereka melakukan peminjaman permodalan, mengharapkan adanya advokasi dari pemerintah daerah dan provinsi. Nyatanya masyarakat bawah pada takut berutang," ungkap Pepep dalam keterangannya kepada Wartawan, Senin (17/12).
Terkait sektor pendidikan, kata Pepep, masyarakat sudah merasakan lebih baik dikarenakan cukup terjangkau. Apabila didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai dan fasilitas umum seperti angkutan desa/angkot, tentunya beban masyarakat akan semakin berkurang.
"Terutama para orangtua siswa untuk ongkos anaknya pergi ke sekolah dengan cara naik ojek. Karena sarana umum angdes/angkot belum tersedia. Untuk itu, masyarakat minta dibuka jalur-jalur baru transportasi umum," papar legislator dari Fraksi PPP itu.
Sedangkan dari sektor kesehatan, mayoritas masyarakat mengeluhkan belum validnya pendistribusian kartu-kartu pengaman sosial seperti KIS dan BPJS.Untuk itu, sebagai wakil rakyat dari Dapil Subang-Majalengka-Sumedang (SMS) tentunya berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasi masayrakat.
"Ini merupakan kegiatan rutin yang menjadi tugas anggota dewan, salah satunya dengan berkunjung ke konstituen untuk menyerap aspirasi, menampung dan menyampaikan apa yang menjadi permasalahan atau kendala terkait dengan pelaksanaan program pemerintah provinsi maupun program pemerintah pusat," tandasnya.(mul)
