Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Thursday, March 14, 2019

Jokowi Bantah Isu Akan Legalkan Nikah Sejenis

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu, tidak mungkin azan tidak diperbolehkan, pendidikan agama dihapus, apalagi melegalkan perkawinan sejenis.
“Negara kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita ini juga punya norma – norma agama, norma – norma kesusilaan, tata krama sopan santun, ya siapapun presidennya ga mungkin berani melakukan itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan sertifikat hak atas tanah di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3) siang.

Karena itu, Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meminta kepada siapapun, jangan buat isu yang tidak-tidak, jangan dibuat masyarakat ini resah. “Marilah kita menggunakan, pemikiran kita, rasionalis kita. Ini engga mungkin, jangan kemakan,” serunya.
Presiden juga mengungkit isu dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, menurut Presiden, dirinya lahir tahun 1961 sementara PKI dibubarkan tahun 1965-1966. “Berarti umur baru 4 tahun, masih balita, enggak ada PKI balita, itu enggak ada, jangan kemakan isu-isu seperti itu,” ujarnya.
Menurut Kepala Negara, kalau sudah masuk ke bulan-bulan politik, banyak sekali kabar-kabar fitnah. Untuk itu, Kepala Negara mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan ini. Ia meminta masyarakat agar menggunakan hati nurani, jangan karena kabar fitnah, karena kabar hoaks, karena kabar bohong, kita jadi pengaruh dan meresahkan kita semua.
“Marilah kita menggunakan pemikiran akal sehat kita untuk melihat hal-hal seperti ini, saya titip itu aja. Jangan sampai memecah-belah kita semuanya, karena kabar bohong kabar hoaks, kabar fitnah, yang banyak sekali di media sosial,” tutur Kepala Negara.
Presiden Jokowi menegaskan sekali lagi, bahwa aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, aset terbesar bangsa ini adalah kerukunan, aset dan modal kita ini adalah persaudaraan, ukhuwah baik ukhuwah Islamiyah ukhuwah wathaniyah kita. “Inilah yang harus kita jaga bersama-sama,” pungkasny(aul)