BUDIDAYA Lele termasuk budidaya yang paling gampang. Terlebih pada masa pandemi seperti sekarang. Sepertinya budidaya Lele bisa dijadikan andalan. Selain sekarang ini Lele memiliki ekonomis tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat. Ternyata budidaya lele adalah budidaya yang bisa dibilang gampang.
Budidaya Lele itu terbagi dua yaitu pembenihan dan pembesaran. Dan dalam tulisan ini saya akan sedikit membeberkan seluk beluk budidaya pembenihan Lele. Dan usaha pembenihan lele itu bisa berawal dari kegiatan pemijahan atau penanaman benih ukuran 2 - 3 cm hingga 4- 6 cm.
Seperti sudah saya jelaskan tadi dalam bahasan kali ini saya akan memberikan tips dan trik memijahkan lele yang paling mudah. Sebelum kita memijahkan Lele kita harus tahu dulu ciri -ciri indukan Lele yang bagus dan siap dipijahkan.
Setelah kita mengetahui seluk beluk indukan lele yang baik dipijahkan yang kedua kita harus mengetahui kualitas air yang baik bagi larva.
Kebanyakan peternak biasanya memijahkan lele di kolam air bening dan untuk pemijahan kolam bening konsekwensinya kita harus benar benar menjaga kualitas air dan suhu karena dari pengalaman saya kolam air bening masih rentan dengan perubahan suhu.
Menurut hemat saya kalau anda tertarik untuk menggeluti usaha budidaya lele di sektor pemijahan sebaiknya anda pilih memijahkan lele di kolam air keruh atau kolam air fermentasi karena memijahkan lele di kolam air fermentasi selain bisa menekan angka kematian anda pun tidak terlalu dipusingkan dengan mengganti air dan pemberian probiotik.
Memijahkan lele di air keruh pertama sediakan kolam ukuran bisa anda sesuaikan bisa ukuran 2x3 cm atau 3x4 cm itu terserah anda. Lalu fermentasi atau diamkan selama seminggu kolam tersebut lalu siap pijahkan indukan indukan yang sudah matang telur dengan perbandingan 5 ekor betina 3 ekor jantan tapi soal perbandingan itu pun terserah anda.
Dan setelah indukan jantan dan betina disatukan maka induk-induk itu pun akan terlihat memijah dan keesokan harinya anda akan melihat telur-telur lele itu akan menempel di dasar kolam atau injuk. Bila sudah terlihat demikian maka angkat induk-induk tersebut lalu pisahkan induk -induk yang sudah keluar telurnya. Paling tidak kurang lebih satu bulan induk- induk tersebut bisa anda pijahkan kembali. Dan selamat mencoba ( aul)
