Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Wednesday, March 31, 2021

Ketua AWNI Provinsi Jawa Barat Mengutuk Keras Tindakan Bom Bunuh Diri Yang Terjadi Di Makassar*


KETUA -AWNI DPD Propinsi Jabar kang Piryanto mengutuk keras tindakan bom bunuh diri di Makassar hal tersebut di ungkapkan di kediaman nya di daerah Dawuan kecamatan Tngah Tani Kabupten Cirebon, dan tidak sesuai dengan ajaran agama apapun apalagi agama Islam.

Dan kepada warga Jawa barat khususnya agar tidak panik dan tetap menjaga keamanan di wilayah nya masing-masing, jika ada warga yang tidak di kenal dan di anggap mencurigakan maka hendaknya melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib di sekitar anda tidak bertindak gegabah dan main hakim sendiri.

“Kita ikut merasakan secara emosional dan betul-betul dirugikan selaku bangsa bahwa ada saudara - saudara kami yang jadi korban akibat bom bunuh diri di depan gereja raja Katedral Makassar,” ungkap Piryanto.

“Saat ini polisi pasti sedang bekerja untuk mengungkap aksi teror tersebut dan kami juga menghimbau kepada semua pihak untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri,” serunya.

Piryanto mengaku sepakat dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa aksi bom bunuh diri merupakan perbuatan yang salah kaprah dan tak dibenarkan.

“Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri, juga sangat merugikan orang lain,” tutur Piryanto menirukan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Sementara dikutip dari CNN Indonesia, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan menceritakan kronologi ledakan.

“Bisa saya sampaikan, benar diperkirakan (bom meledak) 10.28 wita ledakan diduga bom,” kata Zulpan kepada wartawan.

Menurut Zulpan, sejumlah umat dilaporkan terluka dalam kejadian itu. Polisi juga menemukan potongan tubuh manusia.

Kata Zulpan, polisi masih menyelidiki ledakan tersebut.

“Berapa jumlahnya (pelaku). Kami kepolisian Labfor akan memastikan lebih jelasnya,” katanya.

( Iwan / Sendi )