Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Friday, October 6, 2017

Yayasan Harapan Amal Mulia Siap Bantu Rohingya

BANDUNG-Tragedi kemanusiaan etnis Rohingya, membuat dunia terperanjat dalam kesedihan, menurut informasi yang diterima sejumlah wartawan, Yayasan Harapan Amal Mulia (YAHM) Jawa Barat berhasil menghimpun dana bantuan hingga Rp. 250 juta untuk disalurkan ke umat muslim etnis Rohingya Myanmar.


“Donasi ini berbentuk uang tunai senilai Rp250 juta, dana ini bersumber dari para donatur. Donatur dominan dari warga Jawa Barat, dari luar Jabar pun ada, namun tidak terlalu signifikan, dan insya Allah kita masih menggalang dana, mudah-mudahn masih ada donatur yang peduli kepada umat muslim yang tertindas di Myanmar,” ujar Budi Mastur, Dirut Yayasan Harapan Amal Mulia (YHAM) Jawa Barat, saat ditemui sejumlah wartawan di kantornya di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Sabtu (16/09/2017).

Lanjut Budi, Kekejian di Rohingya ini sudh bukan isu nasional lagi, tapi sudah menjadi isu internasional, PBB pun telah bersikap kepada kekerasan yang terhadap etnis Rohingya, bahkan PBB telah menyatakan bahwa etnis Rohingya adalah etnis minoritas yang paling tertindas di dunia.

“Kami YHAM ada conecting secara langsung dengan orang Rohingya yaitu Rofiqul Haidar, beliau memiliki lembaga kemanusiaan bagi pengungsi di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, yakni Rohingya Justice & Development Sociaty (RJDS), beliau juga dapat mengakses secara langsung menyampaikan kondisi pengungsi yang ada di perbatasan Bangladesh – Myanmar. Pihaknya berterima kasih kepada warga Jabar yang telah peduli terhadap etnic Rohingya, perhatian masyarakat Jabar itu sangat luar biasa,“ tandasnya.

Sementara, Rofiqul Haidar, warga etnic Rohingya, melalui penerjamahnya mengatakan, saat ini kondisi di Rohingya sangt sulit, mereka kelaparan, mereka tidak memiliki baju, mereka tidak memiliki makanan dan minuman. Dan hari ini Yayasan Harapan Aamal Mulia (YHAM) menyerahkan bantuan kepada kami, dan kami akan belikan pakaian, makanan, minuman, dan obat obatan.

Ada sekitar 5 NJO termasuk RJDS yang bergerak di perbatasan Bangladesh, termasuk kami Menyampaikan rasa syukur kepada masyarakat Indonesia yang telah konsen membantu permasalahan kemanusiaan terhadap etnic Rohingya yang dilakukan oleh militer Myanmar.

“Mereka disana tinggal di barakan, satu barakan berisi 10 orang, ketika turun hujan mereka basah dan kedinginan, ketika panas datang mereka kepanasan, hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit. Bahkan disetiap harinya selalu ada yang meninggal akibat kelaparan dan sakit yang tidak terobati,“ kata dia.

Dipengunsian, lanjut dia, “Saya mensholatkan jenazah sendiri dan setiap harinya ada yang meninggal, data orang yang meninggal yang dikeluarkan pemerintah Myanmar itu sekitar 400 ribu jiwa, namun kami meyakini jumlanya itu lebih dari itu, sekitar 900 ribu jiwa yang telah meninggal disana. Bantuan PBB dann bantuan dari pemerinah lainnya sudah ada, namun belum nyampe kesana, karena pemerintah Myanmar memperketat bantuan yang masuk ke etnic Rohingya,” ungkapnya. (elj)