Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Friday, February 23, 2018

Tanjakan EMEN jadi Bahan Sorotan DPRD Provinsi Jabar

BANDUNG - Komisi IV DPRD Provinsi Jabar melakukan penijauan langsung ke lokasi kecelakaan di Tanjakan Emen. Kunjungan tersebut (Rabu 15/02/2018) dipimpin langsung Ketua Komisi IV Ali Hasan. Tampak pula wakilnya Daddy Rohanady dan sekretaris Nia Purnakania. Tanjakan Emen berada di ruas jalan provinsi dan termasuk wilayah Kabupaten Subang.


 Setiap tahun tanjakan tersebut menelan korban. Korban tanjakan yang cukup panjang tersebut jumlahnya tahun ini paling banyak, yaitu 27 orang meninggal dunia. Kunjungan Komisi IV ternyata bersamaan waktunya dengan inspeksi yang dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiadi. Pada acara tersebut kemudian dilakukan doa bersama dengan pembacaan tahlil dan surah Yasin bersama. Hadir pula masyarakat Kampung Aster, kepala desa, camat, dan korlantas polsek setempat. Dari pemerintahan Provinsi Jawa Barat, selain pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD, hadir pula Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Wilayah III Agus Budiono dan Kepala Balai Perhubungan Cirebon Diding.

Soal Nama Emen Emen adalah nama panggilan seorang purnawirawan TNI yang kemudian menjadi sopir truk. Nama aslinya Taslim. Pada tahun 1965 ia mengalami kecelakaan di tanjakan tersebut hingga meninggal dunia. Keluarga Taslim keberatan nama Emen (Taslim) selalu dikaitkan dengan kecelakaan yang terjadi. Mereka menilai seolah-olah Emen memberi andil pada kecelakaan tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Daddy Rohanady menyatakan bahwa tanjakan tersebut memang sangat rawan kecelakaan. "Selain tikungan yang cukup tajam, ruas jalan tersebut juga kemiringannya cukup curam.

 Tanjakan itu harus dilengkapi dengan beberapa sarana pengamanan, misalnya ramburambu peringatan atau pun rambu save-front. Selain itu, di ruas jalan ini akan dibangun pula areal escape (tempat penyelamatan darurat). Bahkan, sedang disusun perencanaan untuk jalur alternatif," ujar Daddy Rohanady. Semua itu tentu saja dikasudkan agar tidak terjadi lagi kecelakaan, khususnya di lokasi, dan umumnya di sepanjang ruas jalan yang cukup panjang tersebut. "Selain itu, mulai saat ini kami sepakat dengan Pak Dirjen Hubdar, nama Tanjakan Emen kita ganti menjadi Tanjakan Aman," tambah Daddy Rohanady yang merupakan wakil rakyat dari Fraksi Gerindra daerah pemilihan Cirebon-Ind. (hms)