Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Monday, August 20, 2018

DPRD Jabar Harapkan Kemampuan APBD 2019 Meningkat

BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menginginkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 lebih baik dibandingkan 2018. Pasalnya banyak infrastruktur yang tengah digarap di Jawa Barat.
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, meskipun banyak program strategis nasional (PSN) di Jawa Barat, tetapi diambil dari APBN. Yod juga tidak menampik, ada yang membangun APBD provinsi dan kabupaten / kota. 

"Kita harus optimis kehadiran pemimpin baru di Jabar akan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Yod di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Minggu (19/8). 

Untuk APBD 2019, kata Yod, sampai saat ini. Mereka belum masuk ke DPRD Jabar. Meski sudah terlambat, ia tetap memberikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyelasaikan KUA-PPAS 2019.

"Bahkan dari segi regulasi Kemendagri sudah cukup terlambat. Sebenarnya KUA PPAS sudah selesai pada akhir Juli, sekarang tengah Agustus," jelas Ketua Fraksi Golkar DPRD Jabar itu. 

Dia menambahkan, kemampuan anggaran untuk 2019 juga mempengaruhi dari APBD Tahun Anggaran 2018. Masyarakat baru baru menerima per 8 Juni 2018 saja yang mencapai 36,73 persen atau Rp 12,4 triliun lebih, dari total anggaran Rp 33,9 triliun lebih. 

"Kita baru saja menerima laporan realisasi anggaran dan prognosis 6 bulan ke depan. Akan keliatan kemampuan anggaran kita di tahun 2018 akhir untuk APBD 2019," ucap Yod. (am)