BANDUNG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menilai nasib bangsa 5 tahun ke depan akan ditetapkan dalam Pilpres 2019. Jika ada masyarakat yang memilih golput, maka tidak boleh mengkritik selama 5 tahun berjalan.
"Kalau kita tidak menentukan pilihan, berarti kita tidak punya hak suara untuk konser yang akan jadi dan menentukan ini," kata Daddy kepada RMOLJabar, Rabu (15/8). Daddy menjelaskan, sikap golek yang dipilih masyarakat sebetulnya hal itu sudah berpolitik juga. Orang golput, kata Daddy, tidak berarti dirinya tidak berpolitik.
"Dia berpolitik dengan golputnya itu. Pilihan politiknya golput, tidak memilih," jelas Daddy.
Menurutnya, masyarakat akan lebih memilih memilih dalam menentukan pilihan. Sampai pendaftaran capres-cawapres ke KPU, ada dua kandidat yang akan diperintah yaitu Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
“Cuma kita rata rata, ya nanti gua protes. Sedang dia gak menentukan pilihan. Aneh rasanya, tidak adil. Kalau dia dukung si A, yah dukung,” ucap Daddy yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar.(am)
