Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Monday, March 18, 2019

Buntut Peristiwa Penembakan Duta Besar Australia dan Senator Anning Kena Pentung

MASYARAKAT dunia  mengutuk keras pada peristiwa pembantaian masyarakat muslim di Masjid  Christchurch, Selandia Baru.Indonesia pun melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memanggil Duta Besar (Dubes) Australia di Indonesia.


Pemanggilan Duta Besar Australia itu berkaitan atas pernyataan Senator Fraser Anning. Dan Kementerian Luar Negeri Indonesia Mengecam  keras atas pernyataan Fraser Anning pada Jumat lalu

Seperti diketahui, pada Jumat pekan lalu, Anning mengeluarkan pernyataan yang menyalahkan muslim terkait penembakan di dua masjid Christchurch, Selandia Baru.

Menurut Anning, banyaknya jumlah imigran muslim di Selandia Baru lah yang memicu aksi brutal Brenton Tarrant. Penembakan massal itu terjadi sebagai dampak bertambahnya rasa ketakutan atas meningkatnya jumlah muslim.

Pernyataan Anning itu mendapat kecaman di dalam maupun luar negeri. Bahkan keesokan harinya, seorang remaja 17 tahun melempar telur ke kepala Anning sebagi bentuk protes. Remaja itu langsung ditangkap polisi dan diseret ke pengadilan hari ini.
Bahkan kecaman terhadap Pernyataan Anning itu pun datang dari Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Malah Ardem menyebutkan bahwa pernyataan Anning sungguh memalukan.(***)