RATUSAN nyawa melayang dan ratusan anak jadi yatim. Begitu banyaknya korban yang berjatuhan akibat kelelahan saat bertugas pada pemilu 2019 lalu. Berbagai analisa dan pandangan terhadap pemilu mulai bergulir bagai bola salju.
Sebagai besar rakyat Indonesia beranggapan pemilu 2019 adalah pemilu yang dinilai sangat tragis betapa tidak ratusan orang petugas TPS dan KPPS harus meregang nyawa dilatar belakangi kecapaian.
Tokoh sekaligus praktisi sekelas Mahfud MD pun . Angkat bicara dan dia berpendapat bahwa pemilu perlu dikaji ulang.
Menurut Mahfud perlu ada evaluasi pada pemilu 2019. Evaluasi ini dilakukan lantaran melihat ada beberapa masalah yang muncul seperti banyak petugas KPPS yang menjadi korban akibat kelelahan yang disebabkan karena panjang nya proses dari pencoblosan hingga penghitungan suara
Untuk itu, kata dia, perlu ada evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pemilu tahun ini. Ada tiga hal yang menurutnya perlu mendapat evaluasi dan harus dilakukan di tahun pertama pemerintahan yang baru nanti.
“Saya usulkan kepada pemerintah baru, siapapun yang terpilih baik Pak Jokowi atau Pak Prabowo dan kepada seluruh anggota DPR agar di tahun pertama pemerintah baru nanti segera diadakan perubahan UU Penyelenggara Pemilu,”
Publik pun sepakat dan mengamini pernyataan tokoh yang satu ini bahkan masyarakat akar rumput mulai banyak yang menilai bahwa pemilu 2019 adalah pemilu tidak manusiawi dan pemilu paling menyedihkan.(mul/berbagai sumber)
