Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Saturday, January 18, 2020

Adanya BIJB Sebaiknya Pemkab Sumedang Jemput Bola

SUMEDANG, Sebagian wilayah Kabuapaten Sumedang adalah terdampak laju pesatnya perkembangan Adanya Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat. Salah satu wilayah yang terdampak yang saya maksud tadi adalah wilayah Kecamatan Ujung Jaya dan sebagian wilayah Kecamatan Conggeang. Sekalipun kedua wilayah di Kabupaten Sumedang tersebut terkena dampak dari bandara internasional BIJB dan BIJB  juga sudah beroperasi tapi sepertinya para pemangku kebijakan di Kabupaten Sumedang belum ada tanda tanda melakukan jemput bola untuk melakukan renovasi atau perbaikan infrastruktur


Dari Infrastruktur jalan, sarana air bersih atau lainnya di wilayah Kecamatan Conggeang dinilai belum cukup menggembirakan, entah prioritas mana dan bagaimana tata kelola pemerintahan di tingkat desa hingga Kabupaten grand designnya belum cukup jelas.

Saya ambil contoh sedikit di daerah Kecamatan Conggeang dan Kecamatan Paseh tepatnya di Desa bongkok  dan Babakan Asem Infrastruktur jalan dan sarana air bersih masih jauh dari kata cukup. Terlebih Infrastruktur jalan di desa Babakan Asem keadaannya terlihat sangat mengkhawatirkan, sementara di desa padanaan dan desa bongkok jalan Liang Maung kondisinya tak kalah parah. Padahal jalan Liang Maung adalah jalan ekonomi sebab jalan tersebut menurut keterangan warga jalan Liang Maung adalah jalan penghubung warga Kecamatan Conggeang dan Ujung Jaya  dengan jalan provinsi.

Jadi Jelas kalau toh para pemangku kebijakan Pemerintahan Kabupaten Sumedang berani sedikit membangun infrastruktur di wilayah yang saya maksud tadi yaitu jalan Liang Maung dan Babakan Asem secara otomatis akan mendongkrak tingkat ekonomi masyarakat yang ada di desa tersebut. Sampai saat sekarang kondisi jalan Liang Maung dan Babakan Asem kondisinya dinilai parah padahal warga masyarakat di sekitar kedua jalan tersebut sangat berharap perbaikan.

Jalan Babakan Asem dan Liang Maung masih dibiarkan rusak warga pun terkadang tetep harus menempuh jalan tersebut karena kedua jalan tersebut merupakan akses menuju jalan provinsi jadi masih sebatas mimpi bagi warga masyarakat Desa Babakan Asem untuk menikmati laju pesatnya pertumbuhan, padahal Desa Babakan Asem Adalah Desa Terdampak oleh pembangunan Bandara Internasional  Jawa Barat karena Desa Babakan Asem Letaknya tidak Jauh dari Kecamatan Ujung Jaya.( aul)