Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Friday, January 25, 2019

DPRD Jabar Harapkan Pemprov Jabar Mampu Maksimalkan Potensi Laut

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menginginkan pemerintah provinsi bisa memaksimalkan potensi laut yang dimiliki dengan kewenangan atas pengelolaan sumber daya alam setempat. Pengelolaan laut itu pada wilayah teritorial 12 mil yang berada di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 Samudra Indonesia dan WPP 712 Laut Jawa.


“Sampai sejauh ini, bicara jangka panjang Jawa Barat yakni menjadi provinsi termaju di Indonesia. Salah satu potensi terbesar di Jabar sekarang adalah laut, kami punya wilayah 12 mil,” kata Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapeperda) Jawa Barat R Yunandar Eka Perwira, di Bandung, seperti yang dilansir kantor berita Antara, Rabu (23/1/2019). 

Dia mengatakan kewenangan pengelolaan laut di wilayah teritorial 12 mil ini tidak hanya berbicara tentang perikanan, namun juga ada potensi energi terbarukan, garam, sektor pariwisata hingga perhubungan.

“Termasuk kita harus bicara bagaimana menjadikan lautan ini menjadi daratan yang baru. Sebagai contoh, di Belanda, mereka sudah bisa berternak sapi di atas laut. Nah, artinya potensi itu harus mulai dieksplorasi dari sekarang dalam bentuk riset, pilot project, dan lain-lain,” katanya

Menurut Yunandar, perlu dukungan luar biasa dari berbagai pihak seperti sumber daya manusia, anggaran, teknologi atau ilmu pengetahuan hingga penelitian.

“Kalau kita mau investasi dari sekarang, kita punya SDM yang kuat. Tinggal bagaimana laut ini kita ubah paradigmanya yakni sebagai daratan baru, sehingga orang tidak sungkan punya bisnis di atas laut,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini sudah banyak negara maju berhasil memaksimalkan potensi laut seperti Arab Saudi yang memanfaatkan air minum dari lautan.

“Sementara kita, seperti musim kemarau kekeringan dan ketika musim hujan banjir. Itu menurut saya tidak pernah selesai. Kenapa tidak mulai lihat potensi laut ini oleh pemerintah. Pemerintah provinsi itu tidak punya wilayah karena sudah kapling kabupaten/kota yang di daratan, kecuali lautan,” tuturnya.

Politisi dari Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat ini menuturkan dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, terdapat 11 kabupaten/kota pesisir dengan panjang pantai 842,66 km, luas laut 18.727,28 km persegi.

“Sejauh 12 mil dari luas laut yang dimiliki itu hampir setengah dari luas daratan. Tapi sejak dulu, belum ada berbicara pemanfaatan laut, termasuk di era Gubernur Jabar, Pak Aher,” ucapnya.(mas)