Redaksi

Pimpinan Umum : Boy James Wa an Pimpinan Perusahaan : Amas Mulyana Pimpinan Redaksi/ Pelaksana Harian : Piryanto Wakil Pemimpin Redaksi : R. Iwan Yulistiawan Redaktur Pelaksana : Asep Mauludin Staf Inti Redaksi : Iwan Sugiarto, Suharto, Dajani , Piryono, Novan, Ahmad Fikri, Achmad Andri Said, Eko Priyanto, Jadin Bahrudin, Sutedja Manajer Sirkulasi. : - Deni Widakrisnara Manajer Iklan. : - Buncahya Manager Keuangan : - Yono Manager IT : - Bima Biro Bandung. : - A. Aulia Biro Sumedang. : - Ipan Ripan Biro Kuningan : - Aldin Biro Indramayu : - Mansyur Biro Majalengka : Biro Tangerang. : - Hasan Biro Bekasi : - Pirnendi Biro Kab. Cirebon : - Hapid Biro Kota Cirebon : - Gunawan Biro Kab. Kuningan : - Toni Riana Alamat Redaksi. : Perum Lovina Vilage Blok B. 18 Rt 01 Rw 06 Desa Kemlaka Gede ( Dawuan ) Kecamatan Tengah Tani Kab. Cirebon Pajajaran Merdeka Diterbitkan : PT. Pajajaran Merdeka Cakranusantara Berdasarkan Undang Undang Pers 40 Konsultan Hukum. : Diah Anggraeni,SH & Rekan

Kisah

Pages

Parlemen Jawa Barat

Friday, May 15, 2020

Penyaluran Dana BLT Di Desa Padaasih Kecamatan Conggeang Gunakan Data 2013


BERBAGAI kalangan banyak yang menilai dan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa penyaluran dana Bansos atau BLT terdampak covid -19 banyak menuai polemik karena penyaluran tersebut tidak tepat sasaran, dan ujung ujungnya penyaluran Bansos pun kerapkali berbuntut ricuh


Rt, rw atau Kepala Desa berkaitan dengan Bansos seringkali dilabrak, diontrog dicacimaki bahkan ujung ujung seringkali saling tuding antar aparat Desa dan Kabupaten kota merujuk pada validasi data. Dan apabila menyangkut validasi data biasanya aparatur Desa dari tingkat Rt hingga Desa seringkali jadi bulan-bulanan warga

Dari data yang berhasil Media Pajajaranmerdeka grup kumpulkan penyaluran dana Bansos dan BLT di kabupaten sumedang dinilai tidak tepat sasaran seperti diakui Wiyatno Kepala Desa Padaasih Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang bahwa pihaknya kebingungan dengan adanya dana Bansos dan BLT bagi terdampak covid-19 .

Wiyatno menyebutkan di Desa Padaasih terdapat 300 KK penerima BLT padahal pihaknya mengajukan sekitar 800 KK selain itu Wiyatno mengaku dalam pencairan dana BLT dari kabupaten sebesar 500 ribu terjadi data eror yaitu terjadi data rangkap dari penerima bantuan yang sudah lama meninggal masih tercatat sebagai penerima sebab data yang digunakan adalah data tahun 2013.

Disinggung soal keluarnya data 2013 Wiyatno enggan berkomentar pqnjang lebar karena soal keluarnya data 2013 tersebut itu adalah wewenang pihak instansi terkait dari Kabupaten Sumedang yang mengeluarkan.( aul)